Seputar Publik / Opini

Merawat Budaya Sunda dalam Semangat Sumpah Pemuda

Oleh: Dadang Rachmat, S.H. | Ketua MASDA Jabar DKI Jakarta
Dadang Rachmat, S.H., Ketua MASDA Jabar DKI Jakarta, mengajak masyarakat Sunda dan generasi muda menjadikan momentum Hari Sumpah Pemuda 2026 sebagai penguat komitmen dalam merawat budaya daerah, mempererat persaudaraan, dan menjaga persatuan Indonesia. Dadang Rachmat, S.H., Ketua MASDA Jabar DKI Jakarta, mengajak masyarakat Sunda dan generasi muda menjadikan momentum Hari Sumpah Pemuda 2026 sebagai penguat komitmen dalam merawat budaya daerah, mempererat persaudaraan, dan menjaga persatuan Indonesia.

Merawat budaya Sunda karena itu bukan semata-mata urusan mempertahankan tradisi. Lebih dari itu, terdapat nilai kemanusiaan dan kebersamaan yang dapat berkontribusi bagi kehidupan bangsa. Identitas kesukuan tidak harus dipertentangkan dengan identitas nasional. Keduanya dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan.

Budaya Sunda Melampaui Batas Wilayah

Perkembangan Majelis Adat Sunda (MASDA) di berbagai provinsi, termasuk komunitas masyarakat Sunda di luar negeri seperti Amerika Serikat dan Australia, menunjukkan pentingnya ruang kebersamaan untuk menjaga warisan leluhur. Masyarakat Sunda dapat menetap di mana saja, tetapi hubungan dengan bahasa, adat dan nilai budayanya tetap dapat dipelihara.

Dalam konteks ini, keberadaan MASDA memiliki arti penting sebagai ruang untuk memperkuat persaudaraan, merawat tradisi, serta meneruskan nilai budaya kepada generasi berikutnya. Ketua Umum MASDA Jabar, Abah Anton Charliyan atau yang akrab disapa Abah Anton, bersama berbagai unsur masyarakat adat dan budaya memiliki peran dalam mendorong pelestarian tersebut.

Tulis Komentar

Komentar