Ia menambahkan bahwa tantangan global, seperti perubahan iklim, dinamika geopolitik, serta gangguan rantai pasok internasional semakin mempertegas pentingnya ketahanan pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional.
Karena itu, transformasi bisnis PTPN I tidak hanya diarahkan pada peningkatan kinerja perusahaan, tetapi juga untuk mendukung agenda strategis pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan, industri gula nasional, pengembangan komoditas perkebunan unggulan, serta hilirisasi berbasis bioenergi.
Menurutnya, keberhasilan swasembada pangan juga menjadi fondasi bagi berbagai program strategis pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang memerlukan pasokan bahan pangan secara berkelanjutan.
Sebagai perusahaan agribisnis nasional yang mengelola berbagai komoditas strategis, PTPN I akan terus memperkuat kontribusinya melalui transformasi bisnis yang berorientasi pada produktivitas, keberlanjutan, inovasi, digitalisasi, hilirisasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat guna mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Bagi PTPN I, menjaga swasembada pangan bukan sekadar memenuhi target produksi, melainkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kedaulatan bangsa. Dari setiap hektare kebun yang dikelola secara produktif, perusahaan berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi ketahanan nasional, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan Indonesia yang mandiri dan berkelanjutan.(Adv)*
Komentar