Seputar Publik / Berita

PTPN IV PalmCo Perkuat Kemitraan Sawit Rakyat, Bidik Serapan 1 Juta Ton TBS pada 2026

Melalui Gathering Petani Mitra 2026 di Bandung, PTPN IV Regional III mendorong integrasi petani sawit rakyat, percepatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), serta kebijakan harga beli TBS untuk menjaga keberlanjutan usaha petani di tengah fluktuasi harga CPO.
PTPN IV PalmCo memperkuat kemitraan dengan petani kelapa sawit rakyat melalui Gathering Petani Mitra 2026 di Bandung, Jawa Barat. Kolaborasi ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat program Peremajaan Sawit Rakyat, dan memperkuat keberlanjutan usaha petani. PTPN IV PalmCo memperkuat kemitraan dengan petani kelapa sawit rakyat melalui Gathering Petani Mitra 2026 di Bandung, Jawa Barat. Kolaborasi ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat program Peremajaan Sawit Rakyat, dan memperkuat keberlanjutan usaha petani.

Jaga Harga Beli TBS di Tengah Fluktuasi CPO

Untuk menjaga kelancaran pasokan bahan baku, Sori menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan sistem manajemen tunggal (single management) dan pendampingan kelembagaan kepada mitra.

Menurutnya, pendekatan tersebut juga disertai kebijakan harga beli TBS yang diarahkan untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan usaha petani, meskipun harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar global mengalami fluktuasi.

“Kami berupaya menjaga harga beli di tingkat petani tetap stabil dan bersaing. Kepercayaan pasar ini terlihat dari volume antrean pasokan yang masuk ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) kami secara harian,” klaim Sori.

Kebijakan harga beli menjadi salah satu aspek penting dalam kemitraan antara perusahaan dan petani. Kepastian penyerapan hasil panen serta mekanisme harga yang transparan diharapkan dapat membantu petani merencanakan usaha dan menjaga pendapatan mereka.

Pasokan dari Kemitraan Ditargetkan Terus Meningkat

PTPN IV PalmCo juga berencana meningkatkan porsi pasokan bahan baku yang berasal dari kemitraan dengan petani sawit rakyat.

Sori menyebutkan bahwa kontribusi pasokan buah dari kemitraan yang pada 2019 berada di angka 9 persen kini telah mencapai 34 persen. Perusahaan memproyeksikan porsi tersebut meningkat menjadi 45 persen dalam jangka menengah.

Dalam rencana jangka panjang korporasi, kontribusi pasokan dari kemitraan ditargetkan mencapai 85 persen pada 2030.

Target tersebut mencerminkan arah perusahaan untuk memperbesar peran petani rakyat dalam rantai pasok industri sawit. Pencapaiannya akan bergantung pada pengembangan kemitraan, peningkatan produktivitas kebun, kesiapan kelembagaan petani, serta konsistensi penyerapan hasil panen.

Melalui Gathering Petani Mitra 2026, PTPN IV PalmCo menegaskan pentingnya kolaborasi antara perusahaan dan petani dalam memperkuat industri kelapa sawit nasional. Kemitraan yang produktif dan berkelanjutan diharapkan tidak hanya mendukung kinerja perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi petani serta memperkuat ketahanan rantai pasok sawit Indonesia.

*Penulis; Redaksi Seputarpublik.com

Tulis Komentar

Komentar