Padahal, jelas Arif, mantan Ketua RW 27 tersebut pada tanggal 21 Desember 2024 disaksikan lurah Harapan Jaya, Babinsa, Bimaspol, Aparat Polsek Bekasi Utara dan 8 RT dari 13 RT sudah menyatakan ikhlas mundur memenuhi tuntutan 8 RT dari 13 RT di RW 27 karena dianggap arogan dan kinerja sebagai ketua RW cenderung memecah belah warganya.
ARH mengakui dirinya mengikuti proses ini sudah lama, dan melihat ada kesenjangan yg sangat luar biasa dari kinerja Lurah Harapan Jaya dan Camat Bekasi Utara dalam menangani persoalan ini dengan membiarkan masalah ini berlarut2 dan membuat situasi di pesona anggrek jadi tidak kondusif, bersikap kerdil dan merusak tatanan pemerintahan yg baru saja di mulai oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Wakilnya Haris Bobihoe untuk menjadikan Kota Bekasi lebih baik.
Sikap seperti ini, kata ARH, tidak mencerminkan seorang birokrat yang cakap yang dibutuhkan pemerintahan Tri Adhianto dan Haris Bobihoe, alih-alih bisa menyelesaikan permasalahan, justru akibat ketidak cakapannya malah menimbulkan masalah jadi lebih rumit dan berantakan.
Lurah Harapan Jaya dan Camat Bekasi Utara ini bekerja hanya cari aman saja, didepan Pak Walikota selalu mengatakan 'Siap Pak! Siap Pak!, tapi banyak permasalahan tak bisa diselesaikan, dari kasus kolam renang dan kisruh pengurus RW 27 pesona Anggrek
"Jadi saya menilai dua pejabat ini layak dimutasi di posisi birokrasi yang tidak bersentuhan langsung dengan kebijakan strategis Walikota karena ketidak mampuan dalam menjalankan fungsi tugasnya," tandasnya.
Karena itu, ARH berharap pemerintah segera hadir menyelesaikan persoalan kisruh di RW 27 pesona anggrek dengan segera membuat panitia penyelenggara pemilihan ketua RW 27 Pesona Anggrek yang baru yg di pasilitasi pemerintah kota bekasi.
(*/AZ)
Komentar
Adolof
11-06-2025 14:49Tolong pak walikota... Kepada siapa lagi kami mengadu utk mendapatkan pemimpin yg lebih mengutamakan kenyamanan dan ketentraman dilingkungan kami. Terimakasih yg sebesar besarnya ke BPK.Arif Rahman Halim, anggota DPRD kota Bekasi yg sdh mau memperjuangkan dan mendengarkan masalah dilingkungan kami yg begitu sulit menembus birokrasi kelurahan dan kecamatan...
Noname
11-06-2025 13:12Wkwkwk turun krn dipaksa ama sekelompok orang arogan Pak😁kl saya jd Pak Suharso..pusing amat ama jabatan..kl ada yg mau kasih aja jabatan...jabatan cm sementara kok di dunia...i know true this case...☺️siapapun yg dzalim ada balasannya dr Allah...