Selama ini, Indonesia kerap dipandang sebagai “honest broker” atau pihak yang berupaya menjadi perantara dalam berbagai persoalan internasional. Namun, menurut Teguh, paradigma tersebut perlu dikembangkan agar keterlibatan diplomatik Indonesia juga memberikan manfaat konkret bagi kepentingan nasional.
Kebutuhan untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas industri, dan memperluas pasar produk dalam negeri menjadi bagian dari kepentingan yang menurutnya perlu berjalan beriringan dengan aktivitas diplomasi.
Menguatkan Peran Indonesia di Panggung Global
Teguh menilai intensitas diplomasi Indonesia di bawah Presiden Prabowo menunjukkan upaya untuk memperkuat kembali posisi Indonesia dalam percaturan internasional.
Menurutnya, kepercayaan internasional dapat menjadi modal diplomatik untuk memperjuangkan kepentingan nasional sekaligus berkontribusi dalam penyelesaian persoalan global.
Dalam konteks Palestina, ia melihat dukungan Indonesia sebagai kombinasi antara komitmen terhadap kemerdekaan Palestina, keterlibatan dalam multilateralisme, dukungan kemanusiaan dan pendidikan, serta diplomasi untuk mendorong penyelesaian konflik.
Dengan pendekatan tersebut, Teguh berharap Indonesia dapat terus berperan dalam mendorong penyelesaian isu Palestina sekaligus memperkuat posisi geopolitik dan geoekonomi Indonesia di tingkat internasional.(Red.)*
Komentar