“Bagi kami, persoalannya bukan sekadar tempat parkir. Di balik tempat tersebut terdapat kehidupan keluarga. Ada anak dan istri yang harus kami nafkahi,” demikian salah satu poin dalam surat terbuka tersebut.
Warga mempertanyakan keberlangsungan mata pencaharian mereka apabila lokasi parkir ditutup tanpa disertai alternatif. Mereka juga menilai kebutuhan terhadap tempat parkir tetap ada karena pengunjung kawasan tidak seluruhnya menggunakan kendaraan roda empat, sementara kendaraan roda dua juga membutuhkan lokasi parkir yang aman dan tertata.
Karena itu, warga meminta pemerintah tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga menyediakan alternatif tempat parkir yang legal, tertib, dan aman, sekaligus tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk mencari nafkah.
Minta Penertiban Parkir Dilakukan Menyeluruh
Selain persoalan lokasi parkir, masyarakat Kembangan meminta Pemprov DKI Jakarta melakukan penertiban parkir liar secara menyeluruh di wilayah Jakarta.
Warga berharap penegakan aturan dilakukan secara adil dan tidak hanya menyasar lokasi yang dikelola masyarakat kecil.
Komentar