Menurutnya, cakupan wilayah kerja yang meliputi dua provinsi menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan program kebahasaan dan kesastraan, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
> "Kami melaksanakan program kebahasaan dan kesastraan di Provinsi Banten dan DKI Jakarta. Mobilitas ke Jakarta tentu membutuhkan biaya operasional yang cukup besar dan menjadi salah satu tantangan," katanya.
Dalam paparannya, Devyanti mengungkapkan bahwa revitalisasi Bahasa Betawi menjadi salah satu program prioritas Kantor Bahasa Provinsi Banten yang kini memasuki tahun ketiga pelaksanaan.
Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan, akademisi, pakar bahasa, komunitas budaya, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Devyanti, pelestarian bahasa daerah memerlukan sinergi berbagai pihak karena bahasa hanya akan tetap hidup apabila digunakan, diwariskan, dan dihargai oleh masyarakat.
> "Pelestarian bahasa daerah memerlukan kolaborasi dan sinergi. Bahasa itu hidup karena dipakai, diwariskan, dan dihargai," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa komunitas memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan Bahasa Betawi. Selain itu, keluarga juga menjadi lingkungan pertama yang menentukan keberhasilan pewarisan bahasa kepada generasi muda.
Komentar