Seputar Publik / Opini

Dari 'Anak Kambing' ke Media Merdeka.

Oleh: Tundra Meliala.
KRA. Ir. Tundra Meliala MM.,GRCE. Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI). KRA. Ir. Tundra Meliala MM.,GRCE. Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI).

Data Nielsen (2023) menunjukkan belanja iklan di televisi, cetak, dan radio terus turun, sementara iklan digital tumbuh pesat, tetapi ironisnya, lebih dari 70 persen diambil alih oleh platform raksasa global seperti Google dan Meta. Akibatnya, media lokal hanya sebagian kecil-remah. Catatan penulis, setidaknya 500 jurnalis kehilangan pekerjaan sepanjang pandemi karena efisiensi redaksi. Lalu disambung badai PHK yang menyebabkan banyak jurnalis terbaik di media mainstream kehilangan pekerjaan.

Pada titik ini, kemerdekaan masyarakat tidak lagi sekadar soal kebebasan dari tekanan politik, tetapi juga bagaimana media mampu melepaskan diri dari ketergantungan finansial. Banyak media kini terpaksa “menggadaikan” independensi demi bertahan hidup: dari penempatan konten berbayar, perintah politik, hingga menjajakan ruang pemberitaan kepada pemodal. Alih-alih melayani publik, pers sering terjebak melayani pihak yang paling mampu membayar.

Tulis Komentar

Komentar