Seputar Publik / Berita

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat SDM, PTPN IV Regional V Sertifikasi 25 Mandor Sawit untuk Tingkatkan Profesionalisme Kebun

Melalui Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Kompetensi di Kalimantan Selatan, PTPN IV Regional V memperkuat kualitas SDM perkebunan guna mendukung produktivitas, tata kelola profesional, dan keberlanjutan industri kelapa sawit nasional.
Sebanyak 25 mandor pemeliharaan kebun kelapa sawit PTPN IV Regional V mengikuti Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Kompetensi di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, sebagai upaya meningkatkan profesionalisme SDM perkebunan dan mendukung pengelolaan kebun yang berkelanjutan. Sebanyak 25 mandor pemeliharaan kebun kelapa sawit PTPN IV Regional V mengikuti Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Kompetensi di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, sebagai upaya meningkatkan profesionalisme SDM perkebunan dan mendukung pengelolaan kebun yang berkelanjutan.

Program ini merupakan bagian dari komitmen PTPN IV Regional V dalam meningkatkan kualitas SDM melalui sertifikasi profesi yang diakui secara nasional. Dengan kompetensi yang terstandarisasi, para mandor diharapkan mampu menerapkan praktik pemeliharaan tanaman sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), meningkatkan produktivitas, serta memperkuat tata kelola perkebunan yang profesional, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan materi teknis sekaligus mengikuti proses uji kompetensi yang dilaksanakan oleh asesor bersertifikat. Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, peserta juga memperoleh pengakuan resmi atas kompetensi profesi yang dimiliki.

Manager PTPN IV Regional V Kebun Danau Salak, Hasnan Fauzi Norman, mengatakan bahwa pelaksanaan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Kompetensi merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan perkebunan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Menurutnya, mandor memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pengawasan operasional di lapangan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi menjadi langkah penting untuk memastikan setiap kegiatan pemeliharaan tanaman dilaksanakan sesuai SOP, prinsip Good Agricultural Practices (GAP), serta memperhatikan aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Tulis Komentar

Komentar