Ia mengakui bahwa situasi emosional dalam konferensi pers tersebut seharusnya dapat dihindari dan menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk merendahkan profesi wartawan.
"Terlepas dari fakta kejadian sebenarnya, waktu itu sudah sama-sama emosional. Tetap saya menyatakan minta maaf kepada wartawan tersebut maupun kepada organisasi wartawan di seluruh Indonesia," ucap Hotman.
Hotman juga menyampaikan bahwa selama ini dirinya memiliki hubungan yang baik dengan kalangan jurnalis. Menurutnya, tidak ada niat untuk merendahkan atau menghina profesi wartawan.
"Selama ini juga saya sangat dekat kepada semua orang. Tidak ada niat apa pun. Cuma karena digrondong dengan dua pertanyaan yang sudah saya bilang tidak bisa jawab, tapi ditanya lagi, ditanya lagi, sehingga saya jadi emosional," ujarnya.
Hotman kemudian menutup klarifikasinya dengan kembali menyampaikan permintaan maaf sebagai bentuk penghormatan terhadap wartawan, kebebasan pers, dan etika komunikasi di ruang publik.
"Sekali lagi saya menyatakan minta maaf. Sekian dan terima kasih," tutup Hotman.
Permintaan maaf dan klarifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk menjaga hubungan yang konstruktif antara profesi advokat dan insan pers. Perbedaan pandangan maupun situasi dalam sesi wawancara merupakan hal yang dapat terjadi, namun komunikasi yang santun dan saling menghormati tetap menjadi bagian penting dalam menjaga ruang publik yang sehat dan profesional.(Red)*
Komentar