Seputar Publik / Berita

Kongres Luar Biasa MKB Tetapkan 6 Keputusan: Nama Berubah, Fauzi Bowo Jadi Ketua Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi

Kongres Luar Biasa MKB di Jakarta menyepakati perubahan nama menjadi Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi, menetapkan Fauzi Bowo sebagai ketua, serta mengusulkan pengukuhan kepada Gubernur DKJ.
Dr. Ing. H. Fauzi Bowo saat memberikan sambutan dalam Kongres Luar Biasa Majelis Kaum Betawi (MKB) di Jakarta, Jumat (21/8/2026), yang menghasilkan enam keputusan strategis, termasuk perubahan nama menjadi Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi. Dr. Ing. H. Fauzi Bowo saat memberikan sambutan dalam Kongres Luar Biasa Majelis Kaum Betawi (MKB) di Jakarta, Jumat (21/8/2026), yang menghasilkan enam keputusan strategis, termasuk perubahan nama menjadi Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi.

“Bertahun-tahun kita membicarakannya. Hari ini akhirnya dengan suara bulat kita setuju perubahan nama menjadi Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi,” katanya.

Fauzi Bowo Ditetapkan sebagai Ketua

Selain mengubah nama organisasi, kongres juga menetapkan Dr. Ing. H. Fauzi Bowo sebagai Ketua Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi.

Fauzi Bowo juga diberikan gelar adat Datuk Muallim Ahlul Adat.

Zainuddin mengatakan pemberian gelar tersebut berkaitan dengan akar Melayu dalam sejarah masyarakat Betawi.

“Ini kan ras Melayu. Kita dari Deutro dan Proto Melayu. Datuk-datuk Melayu itu harus juga ada di Jakarta,” ujarnya.

Ia menyebut gelar Datuk Muallim Ahlul Adat sebagai bentuk penghormatan kepada Fauzi Bowo.

“Telah disetujui satu gelar yang luar biasa mulianya, di mana kita harus tunduk dan taat kepada beliau, dengan gelar Datuk Muallim Ahlul Adat,” kata Zainuddin.

Kongres juga memberikan mandat kepada Fauzi Bowo untuk menyusun kepengurusan lengkap Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi sesuai kaidah dasar yang telah ditetapkan.

Tulis Komentar

Komentar