Seputar Publik / Opini

Menanam Kebaikan Selagi Sempat Catatan Jurnalistik Hendry Ch Bangun

Oleh: Hendry Ch Bangun
Hendry Ch Bangun Tokoh Pers Nasional. Hendry Ch Bangun Tokoh Pers Nasional.

Saya termasuk suka menanam, terutama buah-buahan. Di rumah orangtua di Padang Bulan, Medan, ada pohon mangga golek yang saya tanam dan masih hidup. Sekitar tahun 1967 ketika ayah saya datang dari Jakarta dia membawa oleh-oleh mangga dan saya tanam di samping sumur. Ternyata tumbuh subur dan berbuah lebat. Enak dimakan.

Di rumah lama saya Kampung Sawah Ciputat, ada berbagai buah. Pernah ada pohon sawo kecil berbuah banyak sehingga kalau ada saudara yang datang, mereka bisa memetik sampai setengah ember untuk dibawa pulang. Namun terpaksa ditebang karena sering dimakan kelelawar dan air liurnya dimuntahkan ke tembok tetangga, bahkan ke mobil parkir yang di tepi jalan. 

Ada pula pohon kakao yang bibitnya saya bawa dari kebun kakak sepupu di dekat Sunggal. Buahnya besar dan banyak, tetapi sering diambil anak tetangga karena konon enak dimakan seperti pepaya. Ada pohon mangga, tumbuh tinggi dan besar, tetapi buahnya jarang malahan kalah dengan tanaman parasite sehingga akhirnya ditebang. Ada pohon salam, belimbing, dan banyak lagi. Di depan rumah sekarang ada pula pohon bintaro, dan mangga yang baru setinggi 3 meter. Ada pula papaya, belimbing.***

Tulis Komentar

Komentar