Saya menjadi lebih terinspirasi menjalankan imbaun itu karena di Indonesia mudah sekali melakukannya seperti kata lagu Koes Plus, tongkat kayu saja dilempar kelak akan jadi tanaman. Kita bisa menyaksikan di hutan kecil maupun besar, buah-buah yang jatuh atau dibawa burung, atau diterbangkan angin, tumbuh begitu saja. Bisa saja di tembok kita tumbuh tanaman atau pohon kecil, bukan sekadar lumut atau tanaman parasit.
Sambil berolahraga jalan lagi, saya kerap menemukan bibi pohon liar di pinggir jalan, saya pungut dan tanam. Seperti pohon mangga dan pohon bintaro, atau pohon alpukat. Siram beberapa kali nanti tokh dia akan tumbuh sendiri, menjadi amal kebaikan yang berumur panjang. Bahkan ketika kita sudah tidak ada, sejauh pohon itu masih tumbuh, pahalanya masih mengalir. ***
Komentar