Capaian tersebut menyusul keberhasilan sebelumnya di Sumatera Barat yang telah lebih dahulu merelokasi seluruh pengungsi ke hunian yang memadai.
Pembangunan Huntara Capai 80 Persen
Keberhasilan relokasi pengungsi di Sumatera Barat dan Sumatera Utara tidak terlepas dari percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) di tiga provinsi terdampak.
Dari total rencana pembangunan 19.295 unit huntara, hingga saat ini sebanyak 15.595 unit telah rampung dibangun atau sekitar 80 persen dari target keseluruhan.
Rinciannya sebagai berikut:
Sumatera Barat: 100 persen selesai
Sumatera Utara: 95 persen selesai
Aceh: sekitar 77 persen selesai
Selain pembangunan huntara, pemerintah juga secara bertahap menyelesaikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana.
Berdasarkan data Satgas PRR per 14 Maret 2026, tercatat 110 unit huntap telah selesai dibangun dari total 36.669 unit yang direncanakan. Sementara itu, 1.359 unit huntap lainnya masih dalam proses pembangunan.
Bantuan Dana Tunggu Hunian Disalurkan 100 Persen
Upaya penurunan jumlah pengungsi juga didukung melalui pemberian Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penyintas bencana yang memilih tidak tinggal di huntara.
Satgas PRR melaporkan bahwa seluruh rekening penerima bantuan telah menerima transfer dana dengan tingkat penyaluran mencapai 100 persen, yang menjangkau 13.728 penerima di tiga provinsi terdampak.
Sebelumnya, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat relokasi pengungsi dari tenda menuju hunian yang lebih layak.
Ia menekankan bahwa pemerintah tidak ingin masyarakat terdampak bencana terlalu lama tinggal di tenda pengungsian.
“Kalau masih ada di tenda-tenda, ini sudah masuk bulan ketiga setelah akhir November. Tidak elok kalau mereka masih tinggal di tenda,” ujar Tito Karnavian.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait percepatan penanganan pengungsi pascabencana Sumatera yang digelar di kantor Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Jakarta pada Kamis (5/3/2026).(red)*
Komentar