Seputar Publik / Opini

Tuksa: Ruang Putih, Kehampaan Manusia, dan Perjalanan Menuju Batas Kewarasan

Karya: Lionel Jaden Huang, Kelas XI IPS — sebuah refleksi filosofis tentang kebebasan, absurditas kehidupan, pemberontakan, dan manusia yang berhadapan dengan kehampaan dirinya sendiri.
“Ketika ruang putih kehilangan warna, manusia dipaksa berhadapan dengan satu hal yang paling sulit dilawan: kehampaan di dalam dirinya sendiri.” “Ketika ruang putih kehilangan warna, manusia dipaksa berhadapan dengan satu hal yang paling sulit dilawan: kehampaan di dalam dirinya sendiri.”

Untuk sesaat, mereka tidak lagi tampak seperti dua orang asing.

Mereka terlihat seperti bagian gelap dari diriku sendiri.

“Oya... aku baru ingat.”

Suaraku mengecil.

“Jika hari itu aku memilih menunduk, menelan semua penghinaan, dan membiarkan diriku menjadi kosong di meja kantor itu, mungkin aku tidak akan pernah sampai di neraka putih ini.”

Ingatan itu datang kembali.

Hari ketika semuanya bermula.

Langit di luar kantor mendung.

AC ruangan kembali rusak.

Udara terasa pengap, bercampur bau keringat, uang, dan keputusasaan yang bersembunyi di balik kemeja-kemeja formal.

Di ujung ruangan, di balik sebuah meja, duduklah dia.

Kabanov.

Bosku.

Pria yang selama bertahun-tahun menjadi simbol dari segala hal yang kubenci.

Aku membawa map hitam berisi laporan audit.

Tulis Komentar

Komentar