Seputar Publik / Opini

Tuksa: Ruang Putih, Kehampaan Manusia, dan Perjalanan Menuju Batas Kewarasan

Karya: Lionel Jaden Huang, Kelas XI IPS — sebuah refleksi filosofis tentang kebebasan, absurditas kehidupan, pemberontakan, dan manusia yang berhadapan dengan kehampaan dirinya sendiri.
“Ketika ruang putih kehilangan warna, manusia dipaksa berhadapan dengan satu hal yang paling sulit dilawan: kehampaan di dalam dirinya sendiri.” “Ketika ruang putih kehilangan warna, manusia dipaksa berhadapan dengan satu hal yang paling sulit dilawan: kehampaan di dalam dirinya sendiri.”

Kupikir aku akan tidur cukup lama.

Ternyata tidak.

Sesuatu yang bernama takdir seolah tertawa di belakangku.

Belum sempat kesadaranku pulih sepenuhnya, sebuah suara dingin membangunkanku.

Suara itu terdengar begitu akrab.

Terlalu akrab.

Seolah-olah suara itu berasal dari diriku sendiri.

“Bangun, F000. Kamu terlalu cepat untuk tidur bagi orang yang sia-sia ini.”

Aku tercengang.

Siapa yang mengira ada orang lain di tempat semacam ini?

Dengan sisa kesadaranku, kubuka mata.

Dua sosok berdiri di hadapanku.

Padahal aku tahu ruangan ini terkunci.

Sosok pertama tampak seperti pria paruh baya.

Kantong matanya gelap.

Tangannya penuh kapalan.

Suaranya berat dan lelah.

Tulis Komentar

Komentar