BUGH!
Suara benturan menggema di seluruh ruangan.
Kabanov jatuh.
Orang-orang berteriak.
Seseorang memanggil bantuan.
Dan dalam kekacauan itu, untuk sesaat, aku merasakan sesuatu yang selama ini tidak pernah kumiliki:
kebebasan.
Namun kebebasan itu ternyata memiliki harga.
Tak lama kemudian para penyidik datang.
Mereka mengepungku.
Dan itulah ingatan terakhir yang kubawa sebelum ruangan putih ini menelan kesadaranku.
Dua sosok itu masih berdiri di hadapanku.
Namun kali ini mereka tidak mengejek.
Mereka hanya tersenyum tipis.
“Sudah puas bernostalgia, Tuan Pembunuh?” bisik sosok berambut acak-acakan.
“Baliklah ke kenyataan.”
Tubuh kedua sosok itu perlahan menghilang bersama kepulan asap.
Komentar