Seputar Publik / Opini

Cerpen AI Masuki Babak Baru Sastra Indonesia, Eksperimen Maspril Aries Buka Perdebatan soal Kreativitas

Catatan Hendry Ch Bangun (FWK)
Buku kumpulan cerpen berbasis Artificial Intelligence (AI) karya Maspril Aries, “Perempuan di Tengah Labirin Mal”, menjadi salah satu eksperimen baru dalam perkembangan sastra Indonesia. Buku kumpulan cerpen berbasis Artificial Intelligence (AI) karya Maspril Aries, “Perempuan di Tengah Labirin Mal”, menjadi salah satu eksperimen baru dalam perkembangan sastra Indonesia.

Seputarpublik.com || JAKARTA -- Saya mendapat kiriman buku dari rekan, Maspril Aries, berupa kumpulan cerpen karya berbasis Artificial Intelligence (AI) berjudul Perempuan di Tengah Labirin Mal. Buku tersebut merupakan hasil suntingannya dan diluncurkan melalui podcast Tribun Sumsel di Palembang pada akhir September lalu.

Buku yang diterbitkan melalui kerja sama Kaki Bukit Literasi dan Pustaka Labrak tersebut hadir sebagai salah satu eksperimen karya sastra berbasis AI, sekaligus upaya memperkaya khazanah sastra Indonesia.

Bahkan, penulis Nasir Tamara menyatakan buku tersebut layak mendapat Rekor MURI karena dinilai menjadi karya pertama dalam bidangnya.

Sudah cukup lama terdengar kabar mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan untuk membuat karya tulis, berita di media massa, hingga karya sastra. Namun, saya baru berkesempatan membaca cukup banyak cerita pendek berbasis AI melalui buku Maspril Aries ini.

Topik yang diangkat pun beragam. Ada cerita yang bernuansa sejarah, seperti Sumpah Garuda Hitam, Bayang-Bayang di Atas Air, Catatan dari Negeri Srivijaya, serta Dampu Awang dan Kutukan Sungai Musi.

Tulis Komentar

Komentar