Atau seseorang meminta dibuatkan puisi sedih tentang seseorang yang kehilangan kekasih akibat kecelakaan.
Jika sepuluh orang memberikan permintaan yang serupa, hasilnya bisa memiliki pola atau kemiripan tertentu karena instruksi dan konteks yang diberikan kepada sistem juga serupa.
Hasilnya dapat berubah ketika pengguna memberikan instruksi yang lebih spesifik, baik mengenai karakter, suasana, gaya bahasa, alur, maupun unsur cerita lainnya.
Perkembangan ini membuat siapa pun relatif lebih mudah bereksperimen membuat karya sastra. Cukup dengan memberikan judul dan tema, AI dapat membantu menghasilkan sebuah cerita. Dengan kerangka yang lebih rinci, hasilnya pun dapat diarahkan menjadi cerita yang lebih kompleks.
Kemudahan tersebut sekaligus membuka ruang bagi persoalan lain, terutama ketika seseorang menggunakan AI untuk menghasilkan karya kemudian mengklaim seluruh hasilnya sebagai karya pribadi tanpa menjelaskan proses pembuatannya.
Peran Penyunting Manusia Tetap Terasa
Dalam buku Maspril Aries, persoalan tersebut menjadi menarik karena ia secara terbuka menyatakan posisinya sebagai penyunting, bukan sebagai pembuat asli seluruh cerita.
Komentar